Sabtu, 29 Oktober 2016 SDN Dander IV mendapat undangan untuk mengikuti
kegiatan Lomba Fashion Show dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup dan
Hari Cinta Puspa & Satwa Kabupaten Bojonegoro Tahun 2016. SDN Dander IV
mengirimkan 2 peserta dengan menggunakan baju daur ulang hasil kreatifitas
siswa dan guru.
Showing posts with label ADIWIYATA. Show all posts
Showing posts with label ADIWIYATA. Show all posts
VERIFIKASI LAPANGAN SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL 2016
Adiwiyata... BISA !!
Adiwiyata Nasional ... PASTI BISA !!
Salam Bumi ... PASTI LESTARI !!
SDN Dander IV... HIJAU BERSIH dan SEHAT !!
Adiwiyata Nasional ... PASTI BISA !!
Salam Bumi ... PASTI LESTARI !!
SDN Dander IV... HIJAU BERSIH dan SEHAT !!
Sabtu, 22
Oktober 2016, pada pukul 08.30 WIB SDN Dander IV kedatangan tamu Tim Verifikasi
Lapangan Sekolah Adiwiyata Nasional 2016, yaitu Bapak Amrizal Tanjung dari
Kementerian Lingkungan Hidup. Kedatangan beliau disambut hangat oleh Keluarga
Besar SDN Dander IV beserta anggota Komite Sekolah, jajaran pejabat UPT Dinas
Pendidikan Kecamatan Dander, jajaran MUSPIKA Kecamatan Dander, jajaran Dinas
Pendidikan Kab. Bojonegoro, jajaran Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman
Kab. Bojonegoro, jajaran Badan Lingkungan Hidup Kab. Bojonegoro.
SENAM ANTI KORUPSI
Sebagai bentuk penolakan terhadap tindak korupsi, Ribuan pelajar Taman
Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa
Timur mengikuti senam anti korupsi. Uniknya, gerakan senam anti korupsi
ini dicatat di Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai senam dengan
peserta terbanyak di Indonesia. Pemecahan Rekor MURI ini dilaksanakan
serentak di TK dan SD di Bojonegoro yang salah satunya dipusatkan di
Stadion Letjend Sudirman Bojonegoro, Jumat (20/11).
STAND PAMERAN SDN DANDER IV
Sebagai
langkah konkrit untuk mengajak dan mengembangkan kebijakan serta pelaksanaan
yang ramah lingkungan bagi masyarakat luas, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten
Bojonegoro menggelar Gebyar Aksi Peringatan Hari Lingkungan Hidup dan Hari
Cinta Puspa, yang ditempatkan di lokasi Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Desa
Sukorejo Bojonegoro.
Semut Sampah Antarkan SDN Dander IV Raih Adiwiyata Provinsi
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dander IV berhasil meraih Adiwiyata
Tingkat Provinsi Jatim mewakili Kabupaten Bojonegoro. Prestasi
membanggakan di bidang lingkungan ini tak lepas dari salah satu program
yang diterapkan di sekolah tersebut, yakni Semut (Sejenak Memungut)
sampah.
Program Semut Sampah ini lebih memberikan pembelajaran kepada anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dalam program ini, para guru memberikan contoh langsung kepada para siswa untuk memungut sampah yang ditemukan dilingkungan.
“Karena sudah menjadi kebiasaan akhirnya anak-anak mengikuti sampai sekarang. Setiap ada atau menemukan sampah dilingkungan, tanpa disuruh mereka langsung memungutnya dan dimasukannya ke tempat sampah,” kata Kepala SDN Dander IV, Kusnan, kepada bojonegorokab.go.id pada Selasa (28/7/2015).
Selain menerapkan program Semut Sampah, para siswa juga diajarkan untuk memilah dan mengolah sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik di olah sebagai pupuk bokasi. Sedangkan untuk sampah non organik didaur ulang menjadi kerajinan maupun pot bunga.
“Untuk membangkitkan budaya lingkungan, kita juga menyelipkan pelajaran tentang lingkungan di setiap mata pelajaran,” tegas Kusnan.
Dari pengolahan pupuk organik yang dihasilkan itu dimanfaatkan untuk pemupukan kebun Pepaya California, tanaman, dan taman. “Kita harapkan dengan prestasi ini, nantinya sekolah ini bisa mewakili Jawa Timur ke Tingkat Nasional,” Pungkas Kusnan.
http://www.bojonegorokab.go.id/berita/baca/471/Semut-Sampah-Antarkan-SDN-Dander-IV-Raih-Adiwiyata-Provinsi
Program Semut Sampah ini lebih memberikan pembelajaran kepada anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dalam program ini, para guru memberikan contoh langsung kepada para siswa untuk memungut sampah yang ditemukan dilingkungan.
“Karena sudah menjadi kebiasaan akhirnya anak-anak mengikuti sampai sekarang. Setiap ada atau menemukan sampah dilingkungan, tanpa disuruh mereka langsung memungutnya dan dimasukannya ke tempat sampah,” kata Kepala SDN Dander IV, Kusnan, kepada bojonegorokab.go.id pada Selasa (28/7/2015).
Selain menerapkan program Semut Sampah, para siswa juga diajarkan untuk memilah dan mengolah sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik di olah sebagai pupuk bokasi. Sedangkan untuk sampah non organik didaur ulang menjadi kerajinan maupun pot bunga.
“Untuk membangkitkan budaya lingkungan, kita juga menyelipkan pelajaran tentang lingkungan di setiap mata pelajaran,” tegas Kusnan.
Dari pengolahan pupuk organik yang dihasilkan itu dimanfaatkan untuk pemupukan kebun Pepaya California, tanaman, dan taman. “Kita harapkan dengan prestasi ini, nantinya sekolah ini bisa mewakili Jawa Timur ke Tingkat Nasional,” Pungkas Kusnan.
http://www.bojonegorokab.go.id/berita/baca/471/Semut-Sampah-Antarkan-SDN-Dander-IV-Raih-Adiwiyata-Provinsi
Hindari Jajanan Berbahaya, Dirikan Kantin Sehat Ramah Lingkungan
Untuk
menghindarkan anak-anak dari makanan atau jajanan yang mengandung zat
berbahaya, mungkin sekolah-sekolah di Bojonegoro dapat meniru SDN IV
Dander, Kecamatan Dander. Di tempat menimba ilmu ini, pihak sekolah
membangun Kantin Sehat Ramah Lingkungan.
Dalam Kantin Sehat Ramah Lingkungan jajanan yang dijual harus memiliki standar lima (5P). Yakni bebas bahan pengawet, pewarna, pemanis, penyedap, dan pengenyal.
“Kita
selalu mengontrol jajanan di kantin sekolah setiap pagi sebelum dijual.
Agar jajanan atau makanan yang dikonsumsi anak-anak bebas dari bahan
berbahaya,” kata Dewi, salah satu Guru SDN IV Dander.
Selain
itu, untuk memberi wawasan kepada anak-anak, pihak sekolah juga
menyisipkan materi tentang bahaya makanan yang mengandung bahan pengawet
di setiap mata pelajaran.
“Dengan
cara ini anak-anak mulai sadar. Setiap kali mereka jajan di luar
sekolah dan menemukan makanan yang mengandung 5 P itu mereka tak jadi
membeli,” ungkap Dewi.
“Kita
juga mewajibkan anak-anak cuci tangan sebelum masuk kelas. Kita
menyediakan tempat cuci tangan di depan masing-masing kelas,” pungkas
Kusnan.
Berkat
keberhasilan SDN Dander IV mengelola lingkungan sekolah dengan baik,
Provinsi Jawa Timur telah memberikan penghargaan Adiwiyata. Penghargaan
bidang lingkungan itu diberikan kepada SDN Dander IV sebagai
satu-satunya SDN di Jatim di Hari Lingkungan Hidup di Kabupaten
Pasuruhan pada 30 Juli 2015 lalu.
PENGHARGAAN SEKOLAH ADIWIYATA PROP. JAWA TIMUR
SDN Dander IV mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Propinsi Jawa Timur tahun 2015. Ada 2 tahapan seleksi, yaitu Seleksi Administrasi dan Kunjungan lapangan. Setelah lolos seleksi administrasi, kemudian diadakan verifikasi lapangan oleh Tim Adiwiyata Prop. Jawa Timur. Pada tanggal 12 Juni 2015, keluarlah Keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur tentang Penetapan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata) Propinsi Jawa Timur, yang memutuskan bahwa ada 50 SD/MI, 64 SD/MI, 25 SMA/MA, dan 24 SMK/MAK mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata Propinsi Jawa Timur. SDN Dander IV merupakan salah satu sekolah tingkat sekolah dasar yang memperoleh penghargaan tersebut. Sebagai tindak lanjutnya, tahun 2016 akan mengajukan untuk di seleksi tingkat nasional.
VERIFIKASI LAPANGAN CALON SEKOLAH ADIWIYATA PROPINSI JAWA TIMUR
Untuk menanti Tim Verifikasi Calon Sekolah Adiwiyata Propinsi Jawa Timur, MUSPIKA Kecamatan Dander, Ka UPT Dinas Pendidikan Kec. Dander, Ka Subbag T, Kasi Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan Kec. Dander, Pengawas TK/SD Kec. Dander, Komite Sekolah serta anggota Paguyuban Wali Murid SDN Dander IV sudah hadir mulai jam 07.30 dan siap menyambut beliau.
HASIL EVALUASI ADMINISTRASI SEKOLAH ADIWIYATA PROPINSI JAWA TIMUR
Sebanyak 339 Sekolah/Madrasah mengirimkan berkas usulan Sekolah Adiwiyata Tingkat Propinsi Jawa Timur. Setelah diadakan seleksi administrasi, pada hari ini, Jumat 20 Maret 2015 dinyatakan sebanyak 207 Sekolah/Madrasah LOLOS seleksi. Alhamdulillah SDN Dander IV telah LOLOS Seleksi Administrasi, dan mempersiapkan diri untuk Verifikasi Lapangan.
MENUJU ADIWIYATA PROPINSI
Selasa, 10 Pebruari 2015 Bapak Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, M.Si memberikan penghargaan kepada SDN Dander IV, Desa Dander, Kec. Dander, Kab. Bojonegoro sebagai Sekolah Adiwiyata Kabupaten Bojonegoro Tahun 2015. Nilai yang diberikan memenuhi persyaratan diajukan untuk mendapat penghargaan tingkat Propinsi. Setelah diajukan untuk seleksi administrasi, akan diadakan verifikasi lapangan untuk mencocokkan antara macro excel yang dikirim dengan kondisi sesungguhnya di lapangan. Semoga setelah diadakan seleksi administrasi dan verifikasi lapangan, SDN Dander IV bisa mendapat penghargaan Sekolah Adisiyata Propinsi Jawa Timur
HARI AIR SEDUNIA
PBB menyerukan persatuan global dalam mengejar akses air yang lebih baik untuk semua
PERINGATAN HARI HUTAN INTERNASIONAL
SEBELUM HUTAN MENJADI KENANGAN
Tahukah Anda, hari ini, 21 Maret, diperingati
sebagai Hari Hutan Internasional? Hari Hutan Internasional atau Hari
Hutan Sedunia, dalam bahasa Inggris dikenal sebagai International Day of
Forests, diperingati setiap tanggal 21 Maret. Pada bulan Maret ini,
setidaknya ada hari-hari istimewa peringatan lingkungan hidup. Selain
Hari Hutan, pada bulan Maret juga diselenggarakan peringatan Hari Air
Sedunia (World Water Day) yaitu pada 22 Maret dan Earth Hour pada 29
Maret.
PEMBIASAAN SAYANG LINGKUNGAN
Kegiatan menanam bukan lagi merupakan sesuatu yang harus diperintah, namun siswa siswi SDN Dander IV menganggap menanam adalah suatu kesenangan. Mereka melakukan kegiatan menanam dengan senang hati.
Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day) 2015
Hari Lahan Basah Sedunia atau World Wetlands Day adalah salah satu
peringatan hari lingkungan yang dirayakan di seluruh dunia termasuk di
Indonesia. Perayaannya dimaksudkan untuk mendorong instansi pemerintah, organisasi non-pemerintah, organisasi konservasi, dan kelompok lainnya untuk mengkampanyekan peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai penting lahan basah. Mengiringi peringatannya ditetapkanlah tema Hari Lahan Basah Sedunia (World Wetlands Day).
PRAKTIK DAUR ULANG KERTAS
Setelah kami mendapatkan pelatihan selama beberapa minggu di SDN Sukorejo III, maka tindak lanjutnya adalah alih informasi kepada siswa siswi dan Bapak Ibu Guru SDN Dander IV. Berikut beberapa dokumentasi kegiatan alih informasi tersebut.
TAMAN SDN DANDER IV
Pembangunan taman SDN Dander IV bantuan dari Dinas Pendidikan Kaupaten Bojonegoro dimulai pada tanggal 12 Nopember 2014.
Taman baru ini diletakkan di depan Gedung Perpustakaan dan Gedung Kelas
III. Dengan adanya taman ini diharapkan bisa lebih menumbuhkan rasa
cinta warga sekolah terhadap lingkungan. Siswa terbiasa merawat tanaman
dan lingkungan. Dengan adanya taman ini juga membuat keluarga besar SDN
Dander IV merasa nyaman melakukan aktivitas di sekolah.
Pada hari terakhir pembangunan taman, 17 Nopember 2014 SDN Dander IV mendapat kunjungan dari Bapak Kabid TK/SD, Bapak Kasi Kesiswaan, Bapak Kasi Sarpras dan Bapak KUPT Dinas Pendidikan Kecamatan Dander.
PELATIHAN ADIWIYATA
Delapan SD Negeri sasaran
Adiwiyata se Kabupaten Bojonegoro mendapatkan pelatihan dan pendampingan
Sekolah Adiwiyata yang dimulai dari tanggal 30 Oktober 2014 sampai 6 Desember
2014. Pembukaan pelatihan berlangsung di Kampus Universitas Terbuka Jalan Mangga.
Acara ini dibuka oleh Bapak Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro.
Materi selanjutnya disampaikan
oleh Bapak Edi Subroto, S.H tentang pengelolaan dan pengolahan sampah. Menurut
beliau, masyarakat harus merubah MINDSET menjadi "Pendidikan Budi Pekerti
Mengelola Sampah Dengan Baik dan Benar Sejak Dini di Sekolah dan
Keluarga". Masyarakat harus peduli terhadap sampah, mulailah mencintai
sampah dan mengolahnya menjadi barang yang layak pakai.
Setelah itu diisi oleh Bapak
Sukatma dari P4TK Malang. Beliau membahas tentang penerapan 5R dalam
pengelolaan sampah. Pelatihan dan pendampiangan dari beliau masih berlanjut
sampai bulan Desember. Pelatihan itu dijadwalkan setiap hari Sabtu bertempat di
SDN Sukorejo III. Berikut beberapa foto kegiatan dalam pelatihan dan pendampingan
dari Bapak Sukatma.
Perwakilan dari SDN Dander IV, Bapak Sukirwanto, S.Pd sedang mempresentasikan hasil kerja kelompok tentang pengelompokan sampah.
Pelatihan membuat kertas dari kertas bekas yang tidak terpakai.
Pelatihan membuat Bokashi dengan teknologi Fermentasi menggukanan EM 4
Pelatihan pembuatan kompos sederhana
Pembuatan Lahan persemaian dengan memanfaatkan Bokashi yang telah siap pakai hasil dari pelatihan pada minggu sebelumnya.
SEKOLAHKU ISTANAKU
Sekolah Adiwiyata
Di saat kerlap kerlip bintang mulai memudar
Berganti dengan cahaya mentari yang bersinar
Aku terus melangkah dengan pasti
Memasuki sekolah yng ku banggakan ini
Di saat kerlap kerlip bintang mulai memudar
Berganti dengan cahaya mentari yang bersinar
Aku terus melangkah dengan pasti
Memasuki sekolah yng ku banggakan ini
TANAM POHON SELAMATKAN BUMI
Apabila setiap peserta didik memiliki kesadaran diri dan rasa
tanggung jawab pribadi untuk menjaga kebersihan lingkungan, kita yakin bahwa
lingkungan hidup kita akan baik.
Banyak cara yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan melibatkan peserta didik dalam kegiatan Bakti Sosial (BakSos) dari desa ke desa. Melibatkan peserta didik dalam kegiatan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari langkah-langkah untuk menjaga kebersihan, tata cara pelestarian serta manfaat-manfaat dari lingkungan yang bersih.
Banyak cara yang bisa ditempuh. Salah satunya dengan melibatkan peserta didik dalam kegiatan Bakti Sosial (BakSos) dari desa ke desa. Melibatkan peserta didik dalam kegiatan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari langkah-langkah untuk menjaga kebersihan, tata cara pelestarian serta manfaat-manfaat dari lingkungan yang bersih.
Para peserta didik yang memiliki kepedulian akan kebersihan dan kelestarian lingkungan, selalu berusaha menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya. Namun satu hal yang sangat disayangkan pengaruh kebiasaan yang sudah membudaya di lingkungan sosial kita, membuat peserta didik enggan melakukan hal-hal kecil. Melibatkan peserta didik dalam mengelola sampah sebenarnya bisa menjadi contoh yang baik. Bila sejak peserta didik cerdas dalam mengelola sampah dan limbah, maka lingkungan hidup kita akan bisa lebih baik.
Peserta didik sangat perlu dibekali dengan sikap kreatif
dalam mengelola lingkungan. Sebab peserta didik yang kreatif akan bisa
mengelola sampah dan limbah menjadi berkah. Adapun peserta didik yang memiliki
kreatifitas tinggi, dapat memanfaatkan sampah yang dianggap sebagai limbah
serta pencemaran lingkungan itu menjadi suatu produk yang bermutu dan berguna
atau bermanfaat bagi orang lain. Melalui proses pengolahan dan proses produksi
dengan menggunakan keterampilan dan mempoles sampah menjadi suatu keunikan akan
memiliki nilai jual yang tinggi. Namun saat ini pernahkah terpikirkan oleh kita
bahwa sampah sekalipun bisa menghasilkan rupiah?
Kiranya untuk dapat melaksanakan semua kegiatan dalam
upaya pelestarian lingkungan itu ada tiga hal yang menjadi catatan untuk kita semua,
yakni 3D - Dimulai dari yang kecil, Dimulai dari diri sendiri, Dimulai dari
sekarang -.
Subscribe to:
Posts (Atom)








