Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015 yang
diperingati tanggal 25 Nopember 2015 mengambil tema “Guru Mulia Karena Karya”.
Berdasarkan tema tersebut, dapat diambil pesan bahwa kemuliaan seorang guru
terletak pada karyanya. Dalam hal ini, karya guru dapat diartikan sebagai
sebuah karya tulis ilmiah, hasil penelitian, karya inovatif untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran, dan yang paling utama adalah kiprahnya dalam
mencerdaskan anak-anak bangsa sehingga melahirkan generasi penerus yang
berilmu, terampil, dan berbudi pekerti luhur.
SENAM ANTI KORUPSI
Sebagai bentuk penolakan terhadap tindak korupsi, Ribuan pelajar Taman
Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa
Timur mengikuti senam anti korupsi. Uniknya, gerakan senam anti korupsi
ini dicatat di Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai senam dengan
peserta terbanyak di Indonesia. Pemecahan Rekor MURI ini dilaksanakan
serentak di TK dan SD di Bojonegoro yang salah satunya dipusatkan di
Stadion Letjend Sudirman Bojonegoro, Jumat (20/11).
SKTP SEMESTER 1
DAFTAR NAMA PENERIMA TUNJANGAN PROFESI GURU PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR TAHUN ANGGARAN 2015
KABUPATEN BOJONEGORO
Masa berlaku dari 1 Juli sampai dengan 31 Desember 2015
STAND PAMERAN SDN DANDER IV
Sebagai
langkah konkrit untuk mengajak dan mengembangkan kebijakan serta pelaksanaan
yang ramah lingkungan bagi masyarakat luas, Badan Lingkungan Hidup Kabupaten
Bojonegoro menggelar Gebyar Aksi Peringatan Hari Lingkungan Hidup dan Hari
Cinta Puspa, yang ditempatkan di lokasi Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Desa
Sukorejo Bojonegoro.
Prestasi Mengagumkan Siswi SDN Dander IV
Angkat Tema Lingkungan, Siswa SDN IV Dander Raih Juara Pidato Kondisi
lingkungan yang baik dapat mendukung kegiatan belajar dan mengajar.
Siswa dan guru bisa belajar dengan nyaman sehingga mampu peningkatan
kualitas pendidikan.
Kondisi itu dapat ditemui di SDN Dander
IV. Dengan pengelolaan lingkungan sekolah yang baik telah menjadikan
prestasi akdemik para siswa. Seperti yang diraih dua siswi SDN Dander
IV.
Mereka adalah Ardyta Intan Putri Chira
Sampurna dan Angelia Putri Dwi Puspita Sari. Dua siswi kelas VI tersebut
meraih prestasi tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Untuk Ardya belum lama ini berhasil
meraih juara pertama pidato tingkat kecamatan dan mewakili Dander
ketingkat kabupaten. Dalam pidato itu, anak pasangan Sukarno – Siti
Robi'ah mengusung tentang tema lingkungan. Tema ini sesuai pelajaran dan
kebiasaan yang dilakukan di sekolah.
“Di Kabupaten saya berhasil meraih
juara II. Selain itu saya juga mengikuti lomba pildacil dengan tema juga
tentang lingkungan,” kata siswi yang bercita-cita ingin jadi guru itu
didampingi guru dan Kepala SDN IV, Kusnan.
Sedangkan untuk Angelia, berhasil
meraih juara lomba cerdas cermat Bahasa Inggris. Kemahiran Angeli dalam
berbahasa Inggris tak perlu dilakukan ragi. Dengan fasih anak pasangan
Muslih – Sri Wahyuni itu mampu berkomunikasi bahasa asing dengan lancar.
“Belajar Bahasa Inggris sangat
menyenangkan. Karena itu selain belajar di sekolah saya sering minta
diajari kakak saya,” Sambung Angelia yang juga bercita-cita jadi Guru
Bahasa Inggris.
Semut Sampah Antarkan SDN Dander IV Raih Adiwiyata Provinsi
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dander IV berhasil meraih Adiwiyata
Tingkat Provinsi Jatim mewakili Kabupaten Bojonegoro. Prestasi
membanggakan di bidang lingkungan ini tak lepas dari salah satu program
yang diterapkan di sekolah tersebut, yakni Semut (Sejenak Memungut)
sampah.
Program Semut Sampah ini lebih memberikan pembelajaran kepada anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dalam program ini, para guru memberikan contoh langsung kepada para siswa untuk memungut sampah yang ditemukan dilingkungan.
“Karena sudah menjadi kebiasaan akhirnya anak-anak mengikuti sampai sekarang. Setiap ada atau menemukan sampah dilingkungan, tanpa disuruh mereka langsung memungutnya dan dimasukannya ke tempat sampah,” kata Kepala SDN Dander IV, Kusnan, kepada bojonegorokab.go.id pada Selasa (28/7/2015).
Selain menerapkan program Semut Sampah, para siswa juga diajarkan untuk memilah dan mengolah sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik di olah sebagai pupuk bokasi. Sedangkan untuk sampah non organik didaur ulang menjadi kerajinan maupun pot bunga.
“Untuk membangkitkan budaya lingkungan, kita juga menyelipkan pelajaran tentang lingkungan di setiap mata pelajaran,” tegas Kusnan.
Dari pengolahan pupuk organik yang dihasilkan itu dimanfaatkan untuk pemupukan kebun Pepaya California, tanaman, dan taman. “Kita harapkan dengan prestasi ini, nantinya sekolah ini bisa mewakili Jawa Timur ke Tingkat Nasional,” Pungkas Kusnan.
http://www.bojonegorokab.go.id/berita/baca/471/Semut-Sampah-Antarkan-SDN-Dander-IV-Raih-Adiwiyata-Provinsi
Program Semut Sampah ini lebih memberikan pembelajaran kepada anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dalam program ini, para guru memberikan contoh langsung kepada para siswa untuk memungut sampah yang ditemukan dilingkungan.
“Karena sudah menjadi kebiasaan akhirnya anak-anak mengikuti sampai sekarang. Setiap ada atau menemukan sampah dilingkungan, tanpa disuruh mereka langsung memungutnya dan dimasukannya ke tempat sampah,” kata Kepala SDN Dander IV, Kusnan, kepada bojonegorokab.go.id pada Selasa (28/7/2015).
Selain menerapkan program Semut Sampah, para siswa juga diajarkan untuk memilah dan mengolah sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik di olah sebagai pupuk bokasi. Sedangkan untuk sampah non organik didaur ulang menjadi kerajinan maupun pot bunga.
“Untuk membangkitkan budaya lingkungan, kita juga menyelipkan pelajaran tentang lingkungan di setiap mata pelajaran,” tegas Kusnan.
Dari pengolahan pupuk organik yang dihasilkan itu dimanfaatkan untuk pemupukan kebun Pepaya California, tanaman, dan taman. “Kita harapkan dengan prestasi ini, nantinya sekolah ini bisa mewakili Jawa Timur ke Tingkat Nasional,” Pungkas Kusnan.
http://www.bojonegorokab.go.id/berita/baca/471/Semut-Sampah-Antarkan-SDN-Dander-IV-Raih-Adiwiyata-Provinsi
Hindari Jajanan Berbahaya, Dirikan Kantin Sehat Ramah Lingkungan
Untuk
menghindarkan anak-anak dari makanan atau jajanan yang mengandung zat
berbahaya, mungkin sekolah-sekolah di Bojonegoro dapat meniru SDN IV
Dander, Kecamatan Dander. Di tempat menimba ilmu ini, pihak sekolah
membangun Kantin Sehat Ramah Lingkungan.
Dalam Kantin Sehat Ramah Lingkungan jajanan yang dijual harus memiliki standar lima (5P). Yakni bebas bahan pengawet, pewarna, pemanis, penyedap, dan pengenyal.
“Kita
selalu mengontrol jajanan di kantin sekolah setiap pagi sebelum dijual.
Agar jajanan atau makanan yang dikonsumsi anak-anak bebas dari bahan
berbahaya,” kata Dewi, salah satu Guru SDN IV Dander.
Selain
itu, untuk memberi wawasan kepada anak-anak, pihak sekolah juga
menyisipkan materi tentang bahaya makanan yang mengandung bahan pengawet
di setiap mata pelajaran.
“Dengan
cara ini anak-anak mulai sadar. Setiap kali mereka jajan di luar
sekolah dan menemukan makanan yang mengandung 5 P itu mereka tak jadi
membeli,” ungkap Dewi.
“Kita
juga mewajibkan anak-anak cuci tangan sebelum masuk kelas. Kita
menyediakan tempat cuci tangan di depan masing-masing kelas,” pungkas
Kusnan.
Berkat
keberhasilan SDN Dander IV mengelola lingkungan sekolah dengan baik,
Provinsi Jawa Timur telah memberikan penghargaan Adiwiyata. Penghargaan
bidang lingkungan itu diberikan kepada SDN Dander IV sebagai
satu-satunya SDN di Jatim di Hari Lingkungan Hidup di Kabupaten
Pasuruhan pada 30 Juli 2015 lalu.
WISUDA PURNA BELAJAR SISWA-SISWI SDN DANDER IV TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Wisuda Purna Belajar Siswa Kelas VI dan Pelepasan TK Pelita Hati berlangsung tanggal 13 Juni 2015. Sejumlah 34 wisudawan telah selesai melaksanakan pendidikan di SDN Dander IV dan siap melanjutkan perjuangan ke Sekolah Menengan yang mereka inginkan.
PENGHARGAAN SEKOLAH ADIWIYATA PROP. JAWA TIMUR
SDN Dander IV mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Propinsi Jawa Timur tahun 2015. Ada 2 tahapan seleksi, yaitu Seleksi Administrasi dan Kunjungan lapangan. Setelah lolos seleksi administrasi, kemudian diadakan verifikasi lapangan oleh Tim Adiwiyata Prop. Jawa Timur. Pada tanggal 12 Juni 2015, keluarlah Keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur tentang Penetapan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan (Adiwiyata) Propinsi Jawa Timur, yang memutuskan bahwa ada 50 SD/MI, 64 SD/MI, 25 SMA/MA, dan 24 SMK/MAK mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata Propinsi Jawa Timur. SDN Dander IV merupakan salah satu sekolah tingkat sekolah dasar yang memperoleh penghargaan tersebut. Sebagai tindak lanjutnya, tahun 2016 akan mengajukan untuk di seleksi tingkat nasional.
Subscribe to:
Posts (Atom)

